Gema takbir telah berkumandang, sholat idul adha juga telah kita laksanakan. Tak sengaja, hati ini terlintas akan ceramah seorang ustadz beberapa waktu silam tentang budaya yang salah kaprah di negeri pesakitan ini. Entah kapan kultur yang satu ini mulai lahir, kultur yang telah menjadi sebuah tradisi di masyarakat pada umumnya. Kita berlomba-lomba memakai baju terbaru ketika sholat ied di tunaikan. Memang dalam suatu ayat di dalam al qur’an disebutkan :”Ketika sholat ied dilaksanakan, pakailah baju-baju terbaik yang kamu miliki” ( jika salah mohon dimaafkan ), tapi toh tetap saja banyak orang lupa akan asal hukum sholat ied.
Memang tak salah jika banyak orang memakai baju baru saat lebaran tetapi alangkah baiknya jika baju itu dikenakan juga ketika sholat wajib ditunaikan. Banyak dari kita yang memakai kaos ( termasuk saya ) ketika sholat wajib ditunaikan. Mungkin kita telah lupa dengan siapa kita berinteraksi. Kalau bertemu dengan orang lain saja kita harus berpakaian yang layak apalagi berinteraksi dengan tuhan kita. Mungkin itu yang menjadi sebab mengapa do’a kita jarang terkabul. Jika kita ingin dihormati oleh seseorang maka hormatilah orang tersebut jika kita ingin disayang oleh-Nya maka segera rubah kebiasaan kita semua. Ayo!!!!
Satu lagi studi kasus di atas yang baru-baru ini secara tidak sengaja saya dengar. Kurang lebih seminggu setelah lebaran tiba beberapa bulan yang lalu, saya sempat bercakap-cakap santai dengan salah seorang teman saya. Saya melihat ada yang baru dari penampilannya. Sempat saya singgung tentang baju yang terlihat masih bersih itu ternyata memang benar apa yang saya duga sebelumnya. “Baju ini baru saja aku beli”,katanya. Kemudian saya bertanya kembali,”Apakah setiap tahun kamu membeli baju baru ?”. “Ya, memang setiap tahun orang tuaku memberi uang khusus untuk membeli baju baru”. Hati serasa tak bisa begitu saja menerima budaya semacam ini. Bukannya iman dan ketaqwaan yang ditingkatkan malah koleksi baju yang menumpuk mungkin tak cukup bila hanya satu almari. Fenomena ini seakan kontras dengan keadaan bangsa ini, bangsa yang banyak yang membutuhkan uluran tangan para dermawan untuk mengentaskan kemiskinan.


December 22, 2007 at 4:59 am
kamu ga papa ta? sekarang kan udah ga waktunya lebaran. tapi ga papa lah, setiap orang kan bebas mengutarakan pendapatnya.
tidak banyak orang yang bisa berpikir seprti kamu, kebanyakan orang-orang sekarang lebih mementingkan urusannya sendiri. padahal kita kan ga mungkin hidup tanpa orang lain, jadi sudah sewajarnya kan kalo kita juga perlu tengok kanan-kiri kita. sudahkah mereka hidup secara layak?
December 22, 2007 at 2:11 pm
duh ga nyambung ni, masa da mo taon baru eh postingannya malah ttg baju lebaran. but it’s ok, i support your opinion.
menurut ku ci, mungkin ini bukan masalah gengsi tp tradisi yg sudah bgtu melekat. lebaran adalah hari dimana orang2 kmbali suci dan beriman. untuk itu bila pakaian mreka baru saat lebaran, itu karena baju baru adlah pelengkap agar disaat hari nan fitrah itu tiba, penampilan mreka pun juga ikut bersih yg mreka artikan sbg pakaian yg baru, bukan bgitu???
December 22, 2007 at 4:34 pm
salam kenal
blognya mantap
saya dapat link mas dari mas anang
kapan2 baca blog saya juga ya
makasih :)
December 23, 2007 at 1:58 pm
baju boleh bagus, tapi isi hati harus lebih bagus.. hehehehe
December 23, 2007 at 3:54 pm
sepakat kata pak gempur..
December 31, 2007 at 6:27 am
nek nggawe artikel sing up to date
ojo gak pas koyok ngene waktune
oke……….
January 1, 2008 at 3:59 pm
selamat tahun baru..