INIKAH PENDIDIKAN INDONESIA???

Berawal ketika membaca artikel rizk “Pendidikan Indonesia = Pembunuhan Potensi” yang sangat menarik hati saya untuk mendiskusikannya kembali dengan si empunnya di kemudian hari. Banyak yang kita diskusikan kala itu menyoal pendidikan di Indonesia saat ini. Saya lalu teringat oleh cerita salah seorang teman saya yang mendapatkan kesempatan belajar 1 bulan di aussy ( baca: Australia ). Disana, hanya terdapat maksimal 20 siswa dalam satu kelas yang di-ajar oleh 3 guru sekaligus membuat para siswa bisa terfokus dan tidak bisa berbuat macam-macam misal : menyontek ataupun melihat buku ketika ulangan berlangsung. Terdapatnya 3 laptop sekaligus dalam satu kelas membuat para siswa dapat melihat contoh-contoh soal dari internet pastinya. Saya lalu tertegun tidak percaya ketika ia bercerita bahwa setiap siswa diberi kebebasan memilih 6-7 mata pelajaran sesuai minat, bakat, dan kemampuan mereka masing-masing.

Bayangkan dengan apa yang terjadi di Indonesia saat ini. Terdapat kurang lebih 35 anak dalam satu kelas yang di-ajar oleh 1 guru. Jangankan laptop, penghapus yang ditinggakan beberapa menit pun pasti hilang dalam sekejap. Setiap siswa dibebani dengan kurang lebih 16 mata pelajaran yang kesemuannya itu belum tentu mereka suka. Sebenarnya apa tujuan pemerintah menetapkan aturan semacam itu. Kita dituntut untuk belajar apa yang tidak kita sukai. Kita juga dituntut untuk belajar apa yang sebenarnya bukan menjadi tujuan kita di masa yang akan datang. “Inikah Pendidikan Indonesia ?”

Andai para pemerintah mau meniru system pendidikan di negeri seberang. Andai sejak kecil kita sudah diarahkan untuk belajar apa yang menjadi tujuan kita di masa yang akan datang

9 Responses to INIKAH PENDIDIKAN INDONESIA???

  1. Idris Ibnu Malik says:

    level negara kita kan beda dg aussie. mngkin kita disini lagi mencari2 sistem yang tepat, makanya seperti itu. sebenarnya kalo pake sistem pndidikan seperti aussie jg lbh enak. karena terfokus, jadi lebih spesifik. sebagaimana sinar matahari yang difokuskan melalui lup, bisa membakar daun yang kering.

  2. abdul ghofur says:

    ehm, baiknya memang segera dibubarkan saja negara ini ya?!

    wekekekekekekekekek

  3. MisS NaYChaN says:

    yups bner bgt yg u tulis, i like your post…
    coba dari dulu qta bisa mmilih apa plajran yg qta mau
    hingga terfokus ke cita2 qta nanti,
    mungkin q ga bkal kesulitan di pelajaran fisika he3x..
    karena qta slalu dituntut tuk perfect d smuanya..
    pdhl qta jua pny kkurangan en klebihan..
    krn pd dsarnya,
    qta akan menekuni ssuatu yg qta suka..
    bner gak??? T.T

  4. DrGa says:

    @ Idris : oke bro….ya biar tercipta SDM-SDM yang unggul di bidangnya gitu.moga senua pejabat baca artikel ini yo.hehehehe

    @Mr. Gempur : waduh pak,,ojo ngono…mungkin sistem pendidikannya aja yang harus diubah bukan negaranya
    yang harus dibubarkan.

    @Naychan : yupzzz….mungkin gak hanya pelajaran fisika aja. Semua pelajaran Exact juga aku gak suka. Lho kok curhat nih ceritanya. Yo wiz ngono ae.

  5. anasmcguire says:

    @ abdul ghofur: bok jangan asal di bubarin. wong susah merdekanya kok begitu gampang dibubarin.

    Kita gak usah niru-niru negara tetangga. Kita ini punya cara sendiri.. dan yang lebih penting adalah kesadaran.

  6. leydhah says:

    wUIHHHHhhhh……..

    seorang Dirga Bicarae berat Buanget!!!!
    pendidikan dinegara kita tu harusnya lebih baek yah!!!

    tapi kalo muridnya tidur mulu dikelaz gmn bisa maju coba!!!
    Hehehehehe………

  7. lia says:

    yuppi dir…
    sistem pendidikan di negara kita ini gak buruk koq,cuma kacau aja. sama ja si. hehe….
    tapi tergantung kesadaran tiap individu.. gak semua orang indonesia gagal kan, en gak semua orang aussie sukses…
    jalani dan berusaha untuk mencapai hasil terbaik…

  8. DrGa says:

    @Anas mc guire: Kalau memang sistem di sana (baca:aussie) lebih baik, kenapa kita gak coba. Sah-sah aja kan selama kita tidak mencuri seenaknya seperti MALINGSIA

  9. DrGa says:

    @ Leyndah : Maklum “Mode nulis berat lagi ON”.hehehehe.ssst,,jangan bilang gitu ah.nanti banyak orang yang tau.

    @ Lia: yang memng gak semua orang di indonesia gagal. Tapi,coba aja kalau kita mau meniru sistem di sana. Mungkin, SDM kita lebih banyak berbicara di kancah nasional maupun internasional

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: